3 Fakta Menyakitkan Tentang Putus Cinta

3 Fakta Menyakitkan Tentang Putus Cinta

Psikolog Suzanne Degges-White Ph.D dari Northern Illinois University, Amerika mengungkapkan bahwa setiap putus cinta pasti menyedihkan dan menyakitkan. Meski begitu, bukan berarti Anda tidak bisa melaluinya.

Suzanne memberikan gambaran dan fakta menyakitkan dari putus cinta. Fakta ini bukan untuk menakuti Anda, namun memberikan pandangan untuk Anda agar siap untuk menghadapinya.

1. Akan Sangat Menyakitkan
Ketika hubungan berakhir, meski Anda sudah menyiapkan diri untuk hal paling menyakitkan sekalipun, pasti tetap akan berakhir dengan kesedihan. “Anda tidak hanya kehilangan pasangan, namun juga merasa kehilangan masa depan yang mungkin Anda sudah mempercayai akan bersamanya,” kata Suzanne seperti dikutip dari Psychology Today.

Disampaikan Suzanne dalam masa-masa ini biasanya pria atau wanita sangat mudah terjebak dengan konsep hubungan pelarian. Di mana mengatasnamakan move on dengan mencari kekasih lagi, tapi sebenarnya belum move on dari mantan kekasih.

“Ingat, awali hubungan dengan menjadi teman untuk diri Anda sendiri untuk bisa membangun hubungan dengan orang lain,” ucap Suzanne. Artinya adalah memang Anda perlu merasakan sakitnya putus cinta terlebih dahulu. Lalu Anda bisa mengenal diri Anda lagi dan akhirnya siap untuk mencari cinta baru.

2. Kehilangan Teman dan Keluarganya
Ketika hubungan sudah sangat dekat, mungkin Anda pun menjadi dekat dengan teman-temannya hingga mereka pun menjadi sahabat Anda. Begitu juga dengan keluarganya yang sudah seperti keluarga Anda sendiri. Tapi ketika putus Anda harus tahu kenyataannya bahwa Anda pun kehilangan mereka. Mungkin pada tahap ini Anda berusaha mencari simpati dari teman dan keluarganya. Namun Suzanne menyarankan agar tidak perlu mencari simpati dengan banyak curhat ke orang-orang terdekatnya karena hanya akan membuat Anda menjadi lebih sakit hati ketika orang-orang terdekatnya memihak mantan kekasih Anda.

“Mungkin kamu malah akan marah dengan teman-temannya dan sedih serta bingung mereka malah membela mantan kekasih Anda,” kata Suzanne.

3. Kesepian
Ketika hari-hari Anda dilalui bersamanya, pasti akan ada perasaan kesepian yang sangat mendalam. Tapi disamping itu mungkin Anda pun bahagia bisa lepas dari racun yang selama ini ada di hubungan Anda. “Kesepian menjadi tahapan yang normal. Tapi jika seiring berjalannya waktu kesepian Anda menghambat kehidupan normal Anda, kamu sebaiknya berbicara dengan psikolog untuk mengembalikan emosional Anda,” kata Suzanne.